22/08/19

Setengahku Telah Bahagia

Dahulu saya hanya berani melihatmu dari jauh. Memandangimu penuh kekekaguman, namun jauh disana kau memiliki pendamping yang semu pada masanya. Hari ke hari selalu saja saya melihatimu dari jauh dengan rasa berusaha mengikhlaskan dirimu dalam kebahagiaan yang saya buat. Memanipulasi rasa bahagia demi menjalani diri. Saya terus mengikhlaskamu sambil berusha ingin memilikimu. Namun semua penjagamu itu sampai waktu Sekolah Menangah Atas tak kunjung menghilang juga. Selalu saja ada orang yang mampu memikat hatimu. Sialnya mereka adalah orang – orang yang bersinar di sekolah. Sangat jauh sosok saya dari kesan bercahaya dan mengagumkan. Saya hanya kumpulan brandal pendiam yang termarjinalkan oleh anak – anak ipa yang borjuis dan berkilau sangat terang di sekolah.


Saya sempat menjaga beberapa orang juga semasa sekolah.  Dan sialnya lagi tidak pernah lama untuk menjaganya. Yang pertama hanya 3 hari, kedia hanya 4 bulan dan selajutnya hanya 1 hari. Waktu yang sangat singkat yang cukup menggambarkan bahwa saya adalah seorang penjaga yang penuh kegagalan. AKhirnya waktu – waktu terus coba saya pupuk menjadi berarti dan bermakna. Demi menjaga kualitas diri dan membanun masa depan saya coba mengambil langkah – langkah yang tidak biasa dalam hidup. Yang bahkan orang – orang terkdekat saya saja sangat terkaget mengetahui bahwa saya ada pada posisi tertentu. Menyedihkan, tetap saya tidakada yang terlalu menarik dari saya yang hanya menjalanai masa muda disebuah kampus swasta di bilangan bogor. Kampus yang orang lain tidak akan sama sekali tahu namanya.

Sampai tiba saat saya sedang berusaha membuatmu menjadi semu dan pada posisi menjadi penjaga yang tidak pernah baik saya berusaha untuk berhenti untuk menjadi seorang penjaga semu bagi semua wanita di seluruh muka bumi. Di dalam diri saya mengazzamkan diri untuk menjadi seorang pria sejati yang berprinsip halalkan atau tinggalkanI. Di asrama saya, tempat diman saya mendapatkan secercah cahaya saya mulai memperbaiki dirimenambah ilmu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manusia dan pria yang sejati. Disana bayangan tentangnya hanya muncul beberapa kali sekali, tidak terlalu sering seperti biasanya. Sampai tiba waktunya saya melihat postingan dia dilaman sebuah media sosial ternyata dia sudah berubah menjadi sosok yang lebih anggun,sosok yang pada saat itu membuat saya terpaku tak bergerak melihat kecemerlangannya dan berusaha keras dalam diri untuk segera manikahinya secara sah. Saya seriuskan niat itu untuk diwujudkan dalam beberapa tahun setelah lulus dari kampus kecil ini. Setelah menjadi seorang manusia.

Beberapa kali juga kami melakukan kontak secara tidak langsung melalui direct messege. Hati saya berkilauan pada masa itu, teringat dia salah memberikan respon dalam DM dengan memberikan sebuah tanda HATI. Dalam kesalahan itu saya merasa sedang terbang ke langit. Dalam suatu waktu juga sempat saya berusaha melakukan proses pendekatan kepada dia dengan cara menanyakan program – program apa saja yang bisa saya dapatkan di pesantrennya saat itu. Pembicaraan berangsur beberapa hari. Bahkan pada waktu yang bersamaan saya memang sedang ada di Bandung. Ke rumah Duggy tepatnya, daerahyang dekat dengan Darut Tauhid. Saya sempatkan solat disana sambil berkata ingin bertanya – tanya terlebihdahulu sambil bertemu dia. NAmun dia sedang belanja pada waktu itu. Saya coba untuk menunggu sesaat sambil menuggu dia belanja perabot.Namun ternyata hati ini lebih tidak kuat menahanrasa canggung dan deg – deggan untuk berjumpa dengan sosok permataku yang manis itu. Terimakasih bang Ahmad telah menemani.

Melalui imajinasi liar saya seringkali mencoba untuk membayangkan sosoknya yang sangat manis itu. Bahkan dalam suatu waktu dia pernah mengupload sebuah foto sedang menggendong bayi, sejenak saya terdiam dan mengimajinerkan bahwa bayi yang sedang dia gendong adalah buah hati dari saya dengan dia di masa depan. Sangat apik ingatan itu sampai akhirnya terhapus oleh realita.

Terus, terus dan terus berlalu semua realita ini. Saya tetap fokus melanjutkan realita saya dengan menjadi seorang presiden mahasiswa dan mahasiswa yang tidak becus di kampus. Sampai akhirnya Alhamdulillah masa amanah sayatelah selesai dan waktu liburan pun telah tiba. Waktu liburan menuju semester 7 ini kuisi dengan praktik magang di sebuah Badan Amil Zakat di kota Cianjur. Bagai petir menyambar hati padasuatu malam sosoknya mengirimkan sebuah undangan dengan aksen nuansa krem dan biru dengan beberapa patah bahasa arab, tanggal, dan tempat. Ya! Itu adalah undangan walimatul urs. Dia mengkhiri masa sendirinya dengan menikahi seorang pria yang sedang melanjutkan studi S2 di Institut Teknologi Bandung. Tidak terlalu tampan, namun masa depannya cukup meyakinkan, dan kepahamannya masi jauh dari kapasistas saya. Alhamdulillah.

Beberapa hari foto undangan pernikahan yang ia kirimke grup angkatan itu terngiang – ngiang tepat dikepala. Bahkan H-2 sebelum akad saya sempat bermimpi bahwa dia sedang dalam kondisi yang murung karena tidak jadi melanjutkan pernikahannay bersama calon yang namanya addi surat undangan itu. Dalam kondisi dirinya menunduk sedih saya melamar dia untuk menjadiisterisaya. Dan dia mau padasaat ditanya.Masih dalam kondisi yang seperti belum ikhlas, mukanya masih tertunduk dan lusuh. Sebuah visualisasi mimpi yang sangat aneh. Karena sampai dengan saat saya menuliskan cerita ini dia masih jelas sosoknya secara jelas dan terkadang membuat saya tertegun penasaran. NAmun itu hanya mimpi. Sampai dengan hari H semuanya berjalan dengan lancar. PAda malam harinya saya coba untuk sedikit meringankan beban hati dengan bercerita dengan Kak Sata, Manteri Kominfo pada masanya. Dia ternyata berprilaku sangat bijak dengan keluh kesahsaya yang sedang patah hati. Ya sempat bercita – cita juga untuk menghadiri resepsinya di esok harinya setelah saya becerita. Tepatnya di gedung KORPRI Kabupaten Cianjur. Yang datang kesana saya yakini adalah orang orang yang berkilau dari jurusan IPA atau setidaknya orang – orang yang memiliki masa depan tergambar jelas dari masa sekarang. Introvert ini tidak memiliki apapun dan teman untuk menemani hadir disana. Jadi saya putuskan untuk menemani umi ke undangan lainnya. Sepanjang hari saya benar – benar merasa tidak nyaman untuk bertremu dengan orang banyak. Saya berkata sesuatu yang sebetulnya tidak usah disampaikan kepada umi. Sebuah sesal yang masih menempel sampai detik ini.
Tapi, dibalik semua ini saya sangat bahagia diamendapatkan sosok yang jauh lebih matang dan baik dari saya pada saat ini. Saya yakin dia sosok yang manis dan lucu itu memang butuh pendampung yang jelas – jelas lebih dewasa. Alhamdulillah, rasa syukur saya panjatkan kepada Allah atas takdirnya yang sangat luar biasa.

Selamat menempuh kehidupan yang lebih membahagiakan dan menenangkan Annisa Fauziah Nur’imaniJ Saya berhenti mendambakanmu.