22/08/19

Bangka Belitung



Beberapa lama lagi saya selesai. Beberapa lama lagi Aksatriya purnawirawan. Sebelum semuanya selesai dipenghujung amanah, saya diberikan sebuah tugas terakhir di level nasional dalam masa kepengurusan Aksatriya.

20-05-19 (22.40)

BPH tidak lagi sehangat sahulu bagi saya. Saya sadar dengan beberapa hal yang membuat saya tidak sepenunya lagi total berkerja didalamnya. Saya yang mungkin sekarang lebih perasa atau terlalu menempatkan diri terlalu tinggi karena sebagai ketua.



Sebetulnya ini adalah akibat dari terlalu seringnya saya keluar dan melihat seorang ketua itu diposisikan dengan baik dan terhormat oleh anggotanya. Beberapa diantara kami pernah menyampaikan tentang konsep qiyadah wal jundiyah beberapa lagi pernah bicara soal ikhtirom. Tapi beberapa, bahkan diantara semua BPH seringkali melecehkan dan menganggap saya rendah dalam forum serius, apalagi bercandaL. Jujur terkadang saya selain sakit hati juga sedih. Terkadang saya merasa merasa beda sendiri. Mulai dari jenis music yang di dengar, pengetahuan saya yang ditertawakan, kalimat dan mimik muka yang melecehkan, dan yang paling sering ketika saya biacara mereka cenderung melecehkan saya dengan saling bertatapan sembari memberikan kode satu sama lain yang seakan berkata “hey, tuhkan si cahya.. bla bla”. Hampir saya lupa, mereka juga sering berbisik ketika saya bicara. Yang paling parah suatu saat saat mereka saya pernah membandingkan saya dengan Hamdi, “Yaudahsi gausah marah, Hamdi aja gak pernah marah kalo lagi rapat”. Hamdi lebih tampan dan lebih mengasyikan dalam memimpin rapat. Mungkin. Namun akhir – akhir ini saya sadar bahwa ternyata rapat kami lebih darisetengah waktu hanya diisi dengan menghabiskan waktu. BPH selalu rapat tidak serius. Terlalu banyak bercanda.Biar asyik katanya.