Beberapa lama lagi saya
selesai. Beberapa lama lagi Aksatriya purnawirawan. Sebelum semuanya selesai
dipenghujung amanah, saya diberikan sebuah tugas terakhir di level nasional
dalam masa kepengurusan Aksatriya.
20-05-19 (22.40)
BPH tidak lagi sehangat
sahulu bagi saya. Saya sadar dengan beberapa hal yang membuat saya tidak
sepenunya lagi total berkerja didalamnya. Saya yang mungkin sekarang lebih
perasa atau terlalu menempatkan diri terlalu tinggi karena sebagai ketua.
Sebetulnya ini adalah
akibat dari terlalu seringnya saya keluar dan melihat seorang ketua itu
diposisikan dengan baik dan terhormat oleh anggotanya. Beberapa diantara kami
pernah menyampaikan tentang konsep qiyadah
wal jundiyah beberapa lagi pernah bicara soal ikhtirom. Tapi beberapa,
bahkan diantara semua BPH seringkali melecehkan dan menganggap saya rendah
dalam forum serius, apalagi bercandaL. Jujur
terkadang saya selain sakit hati juga sedih. Terkadang saya merasa merasa beda
sendiri. Mulai dari jenis music yang di dengar, pengetahuan saya yang
ditertawakan, kalimat dan mimik muka yang melecehkan, dan yang paling sering
ketika saya biacara mereka cenderung melecehkan saya dengan saling bertatapan
sembari memberikan kode satu sama lain yang seakan berkata “hey, tuhkan si cahya..
bla bla”. Hampir saya lupa, mereka juga sering berbisik ketika saya bicara.
Yang paling parah suatu saat saat mereka saya pernah membandingkan saya dengan
Hamdi, “Yaudahsi gausah marah, Hamdi aja gak pernah marah kalo lagi rapat”.
Hamdi lebih tampan dan lebih mengasyikan dalam memimpin rapat. Mungkin. Namun
akhir – akhir ini saya sadar bahwa ternyata rapat kami lebih darisetengah waktu
hanya diisi dengan menghabiskan waktu. BPH selalu rapat tidak serius. Terlalu
banyak bercanda.Biar asyik katanya.
