15/04/19

Ikan Kakap Yang Mengganggu



Cinta lagi, cinta lagi. Nampaknya ada yang aneh beberapa waktu terakhir. Cara pandangku terhadapnya semakin tak terkendali. Ada hal yang lebih nampaknya dari rasa yang ada. Perhatiannya terhadap beberapa hal kecil membuat saya terbawa perasaan. Waktu ke waktu membuatku seringkali menanyakan hal – hal yang tidak penting atau bahkan hanya sekedar mencari bahasan terhadap hal – hal yang tidak perlu dibahas. Beberapa waktu terakhir saya merasakan mulai kurang nyaman dengan perasaan ini. Profesionalitas berubah orientasi.


Beruntung sudah semenjak kurang lebih 2 minggu saya merasakan kenaehan ini, zat netral nampaknya mulai automatis teraktifkan dalam diri ini.

Namun, setalah zat netral teraktifkan munculah bayangan lain yang ada di buku binder kampus bewarana hijau muda yang saya beli semenjak tahun pertama. Fotonya bersama dengan saya ketika di depan tempat foto studio di akhir wisuda SMA membawa kembali mendalam bayangan tersebut. Dirinya saya tahu sudah berada di suatu tempat yang lebih baik daripada apa yang saya ketahui dahulu kala. Bahkan saya saat ini minder untuk sekedar menatap fotonya di instagram.  Hijabnya sudah semakin panjang, tak ada lagi aurat yang terlihat seperti dahulu kala, senyumnya semakin manis. Parah, aku semakin tertarik untuk meminangnya.

Saat ini tengah hujan, tepat di depan saya ada sebuah jendela dua pintu dengan pemandangan redup menuju gelap hitam. Saya mulai hidup. Malam adalah kehidupan sebenarnya dan saya masih berusaha mencari – cari diksi yang tepat untuk hari esok. Karena hidup ini adalah kata – kata, kau harus bisa menghamba segalanya dengan kata, dan kalimat sampai tujuan tercapai. Hal yang dibahas nonformal dibelakang forum harus selalu diformalkan dengan bersih dan tanpa sisa. Sehingga tidak menimbulkan pertanyaan – pertanyaan yang meragukan pergerakan.
Saya semakin yakin bahwa saya semakin membutuhkannya, tempat untuk merebahkan lelah, yang berwujud berasal dari ciptaanNya akan sangat membantu hari – hari saya. Saya membayangkan setiap saya akan menghadapi hari – hari yang keras dia memberikan senyuman manisnya sembari merapikan kemeja yang saya kenakan yang akan lusuh di ujung waktu. Di ujung hari dia menyambutku dengan senyumnya kembali sambil memeluk hangat tubuhku yang letih tak berujung. Dimalam hari dia adalah tempatku merebahkan kisah sehari hari selain sejadah. Indah sekali. Belum lagi ketika kami memiliki buah hati yang sangat lucu, dan tumbuh menjadi manusia tangguh dimasanya.

Cita – cita ini begitu indah, mecintainya adalah anugerah. Namun saya belum siap. Selesai urusan ini  saya akan mempersiapkannya. Bismillah.