Pernah berpikir di tengah
kehampaan?
Padahal seharusnya ada kesibukan,
ada yang salah. Saya paham. Hari – hari semakin berlalu, romansa masa lalu
kembali singgah di dalam lubuk hadi dan pikiran yang sudah semenjak lama kosong
ini. Mulai melukis kembali harapan – harapan yang harusnya terselesaikan dan digarap.
Tazkian games sebentar lagi dan beberapa proker menanti dehadapan hari – hari.
Kawanku mulai bekerja, diriku semakin hampa. Yasudah kuisi hidupku dengan yang
bisa dilakukan demi kemaslahatan.
Jujur, sampai detik ini yang aku
takutkan adalah aku menghianati amanah besar ini. Aku mulai tidak professional,
harapan mulai melayu,cinta mulai lenyap dari hidupku. Pendam saya semua.
Makanya terasahampa HAHA. Sampai dengan detik ini aku paham bahwa mengapa saat
itu aku berusaha menolak amanah ini. Hal – hal yang aku takutkan muncul di
depan mata. Namun tak pernah kutunjukan kepada siapapun. Temanku bercerita
hanya sejadah dan laptop putih penuh stiker ini.
Entahlah, aku mulai merasa tidak
ditemani lagi. Satu – persatu kawan – kawan mulai pergi, abang – abang, teteh –
teteh yang saat pemira ramai bersorak detik ini rasanya hilang tiada anginnya.
Malah yang aku bingung adalah saat ini malah aku yang menjadi otak dari
kesalahan kesalahan, kata mereka:). Dari awal aku sudah bilang memang susah
untuk mengatur waktu dan memanage kegiatanku. Terjadi sampaidetik ini.
Bukanhanya waktu. Namun dengan uang – uangku yang tidak banyak namun sering
digunakan untuk kepentingan – kepentingan yang aku ikhlaskan dan kehendaki.
Kesan respectku mulai hilang dengan orang – orang ini. Kehidupan yang diluar
dari ekspektasi, Cuek yang sangat mengganggu, baik itu di kontrakan, hipokrit
yang aku lihat dari beberapa kawan kita ini. Mulai benci, namun aku ingat aku
punya tuhan yang cinta dengan Sabar. Karena aku takpunya siapa – siapa lagi
selain Tuhanku, keluargaku, dan laptopku. Detik ini semua masalah harus
kutanggung sendiri, aku tidak menghendaki bahwa masalahku diketahui orang lain.
Kupikir dia orang yang mengerti
dan paham, namun dia seperti keledai. Hanya diam dan bingung dengan semua
bahasan – bahasan ini tanpa inisiatif. Dikasih tau malah baper, GOBLOK. Goblok
itu artinya bodohh yaa. Sebodoh itulah aku melihat dia dan aku melihat diriku
yang tidak leboh baik juga. Cengeng, menurutmu keren brader? Walaupun nangis
karena muhasabah, tapi kalo di depan anggota kabinet sumaph mengganggu banget,
malah keliatan kaya orang yang mau sok tau dan paling dipandang mengerti.
Kemarin sekali aku bertemu Devin,
anak intel polsek pacet. Dia sekarang kuliah di Univ. Pakuan. Hampir saja
kuhisap daun singkong aceh itu.Diantara bilik kamar kosan aku tertarik untuk
menghisapnya, demi untuk menghilangkan akalku yang muali rusak karena semua
pikiran ini. Dan aku akan terus mencari cara untuk mendapatkan singkong ini.
Aku butuh media. Mala mini aku dilompati dan Lia mendobrak untuk keluar pagar.
Aku sudah malas dan tidak mau lagi menahan sebetulnya. Bukan tipikalku. Cuman
dia yang membersamaiku dari pemira sangat disayangkan jika pergi begitu saja
karena kemalasan. Aku kecewa. Makanya hari ini aku harus dapat daun singkong
dan sebatang rokok segar itu. Hmmm
Good luck t-rex. You now the
captain, fuck up your self
