01/01/19

Kosong


Pernah berpikir di tengah kehampaan?

Padahal seharusnya ada kesibukan, ada yang salah. Saya paham. Hari – hari semakin berlalu, romansa masa lalu kembali singgah di dalam lubuk hadi dan pikiran yang sudah semenjak lama kosong ini. Mulai melukis kembali harapan – harapan yang harusnya terselesaikan dan digarap. Tazkian games sebentar lagi dan beberapa proker menanti dehadapan hari – hari. Kawanku mulai bekerja, diriku semakin hampa. Yasudah kuisi hidupku dengan yang bisa dilakukan demi kemaslahatan.

Jujur, sampai detik ini yang aku takutkan adalah aku menghianati amanah besar ini. Aku mulai tidak professional, harapan mulai melayu,cinta mulai lenyap dari hidupku. Pendam saya semua. Makanya terasahampa HAHA. Sampai dengan detik ini aku paham bahwa mengapa saat itu aku berusaha menolak amanah ini. Hal – hal yang aku takutkan muncul di depan mata. Namun tak pernah kutunjukan kepada siapapun. Temanku bercerita hanya sejadah dan laptop putih penuh stiker ini.

Entahlah, aku mulai merasa tidak ditemani lagi. Satu – persatu kawan – kawan mulai pergi, abang – abang, teteh – teteh yang saat pemira ramai bersorak detik ini rasanya hilang tiada anginnya. Malah yang aku bingung adalah saat ini malah aku yang menjadi otak dari kesalahan kesalahan, kata mereka:). Dari awal aku sudah bilang memang susah untuk mengatur waktu dan memanage kegiatanku. Terjadi sampaidetik ini. Bukanhanya waktu. Namun dengan uang – uangku yang tidak banyak namun sering digunakan untuk kepentingan – kepentingan yang aku ikhlaskan dan kehendaki. Kesan respectku mulai hilang dengan orang – orang ini. Kehidupan yang diluar dari ekspektasi, Cuek yang sangat mengganggu, baik itu di kontrakan, hipokrit yang aku lihat dari beberapa kawan kita ini. Mulai benci, namun aku ingat aku punya tuhan yang cinta dengan Sabar. Karena aku takpunya siapa – siapa lagi selain Tuhanku, keluargaku, dan laptopku. Detik ini semua masalah harus kutanggung sendiri, aku tidak menghendaki bahwa masalahku diketahui orang lain.

Kupikir dia orang yang mengerti dan paham, namun dia seperti keledai. Hanya diam dan bingung dengan semua bahasan – bahasan ini tanpa inisiatif. Dikasih tau malah baper, GOBLOK. Goblok itu artinya bodohh yaa. Sebodoh itulah aku melihat dia dan aku melihat diriku yang tidak leboh baik juga. Cengeng, menurutmu keren brader? Walaupun nangis karena muhasabah, tapi kalo di depan anggota kabinet sumaph mengganggu banget, malah keliatan kaya orang yang mau sok tau dan paling dipandang mengerti.

Kemarin sekali aku bertemu Devin, anak intel polsek pacet. Dia sekarang kuliah di Univ. Pakuan. Hampir saja kuhisap daun singkong aceh itu.Diantara bilik kamar kosan aku tertarik untuk menghisapnya, demi untuk menghilangkan akalku yang muali rusak karena semua pikiran ini. Dan aku akan terus mencari cara untuk mendapatkan singkong ini. Aku butuh media. Mala mini aku dilompati dan Lia mendobrak untuk keluar pagar. Aku sudah malas dan tidak mau lagi menahan sebetulnya. Bukan tipikalku. Cuman dia yang membersamaiku dari pemira sangat disayangkan jika pergi begitu saja karena kemalasan. Aku kecewa. Makanya hari ini aku harus dapat daun singkong dan sebatang rokok segar itu. Hmmm

Good luck t-rex. You now the captain, fuck up your self