31/12/18

Susun Malam Kerabat/Akrab?



Patah hati berlalu sementara matahari nampaknya memang belum terlihat namun bulan sudah berani menyatakan sikpnya bahwa ia akan menemani malam hari menjelang subuh ini. Kita pahami bahwa rasa kasih pada seseorang nampaknya hanya akan sampai pada hari yang tidak terkira. Dan mungkin tidak akan bertahan lama. Kita sampaikan bahwa Tuhan lah selaku yang maha membulak – balikan hati tidak akan pernah dusta dengan setiap keputusannya. Saya yakin itu yang terbaik.


Hmmmm dia ada persis di depan, tahann – tahann! Saya coba mencengkram genggaman keras yang lalu di sanubari yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun. Sakit masih terasa, bukan masalah kasih tentang wanita, namun soal pengaruh saya yang nampaknya mulai dikikis oleh pelaku ini. Saya coba bertahan dengan tidak menunjukan bahwa saya sedang dalam keadaan tidak jelas! FUCK, but this heart can’t lie bro!

Seimbangkan seluruh tubuh, pikiran dan hati.. Namun abu – pink – motif bunga nampaknya lebih mengganggu lagi. Tapi bisa dikondisikan, aku minta maaf. Namanya bukan cinta, cuman tak tahu kenapa ada jelous.

Lagi – lagi tangan tidak bisa berhenti mengetik kata – kata yang semakin absurd. Malam semakin malam tak terbatas menuju pagi dan suasana semakin sunyi diluar Mahkota Opal No. 02 tidak dengan di dalam ruangan ini. Si charming mendapatkan perhatian lebih daripada dari saya.

Mencoba menarik perhatian, namun caranya tidak sama seharusnya. Saya jelas berbeda, lebih terlihat tua, berkacamata, sedikit gemuk  namun tak seburuk yang anda bayangkan hehe.

Gordyn tebal disini masih terbuka, layer tipis putihnya sudah ditutup. Namun tetap saya tembus pandang dari luar. Apalagi cahaya di dalam lumayan terang. Sedikit seperti akuarium. Saya masih dengan workshirt yang sama. Warna biru tua dengan symbol nama CHY nama Chicken Beat dan Ice Screamo di dada. Kemeja custom kesukaan saya. Dini hari ini masih membahas tentang sosis dan nugget merk champ yang jelas ingat satu plastic nugget 500g ada 40 pcs isinya.

Estimasi harga terus dimainkan, jiwa makin tersiksa. Nampaknya saya harus memisahkan diri dengan cara yang halus tanpa diketahui karena jelous. Wajar, saya memang perasa ulung.

Walaupun edelweiss sepertinya sudah mulai mekar di bulan agustus tapi hati ini belum bisa rela karena keabadian bunga edelweiss belum bisa diimplementasikan terhadap realita keseharianku di kawasan elite daerah Bogor ini.

Resep sambal dengan cabe merah kriting dan jenis cabe – cabean masih menjadi bahan bahasan hingga pukul setengah satu dini hari. Ohh bunda saya rindu. Entias - entitas kerinduan sudah meluber ke sekujur tubuh tanpa terkecuali. Besok hari sudah masuk lebaran haji dan seharusnya hari ini saya sudah di rumah untuk memeluk ayah dan umi tanpa kontak fisik. Heran? Begitulah biasa saya lakukan.. saya lakukan dengan cara sendiri. Kengakuhan membuat saya tidak mau menyatakan cinta langsung tanpa perantara atau kode – kode praktis. Maafkan anakmu yang mulai beranjak dewasa. Suatu saat akan ku peluk sungguhan tanpa rasa angkuh dan malu sebagai anak yang dewasa.

Mulai ingat bahwa saya tak sepintar dia dalam urusan pelajaran kampus, namun dia tidak sehebat saya dalam urusan mengolah kata yang outputnya adalah sebuah kegiatan kemanusiaan yang biasa saya lakukan bersama dengan presiden – presiden Negara lain. Bukan sombong namun sebuah kebanggan, tidak ada yang bisa saya banggakan kembali. Dalam hal ini saya lebih suka membuat diri saya seolah – olah memang rendah di hadapan semua orang. Seharusnya hanya dihadapan tuhan. Maafkan diriku, Illahi dan keluarga.